KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Phone: +62 85221313697
  • SMS: +62 85221313697
  • BBM: ORIBELLE
  • Whatsapp: +62 85221313697
  • Line - SentraOribelle
  • [email protected]
Beranda » Opini dan Info Ringan » Anak Kita dan Dunia Pacaran

Anak Kita dan Dunia Pacaran

Diposting pada 18 January 2018 oleh Sentra Oribelle

Halim dan Halimah (bukan nama yang sesungguhnya) mendadak menjadi buah bibir di kalangan para guru di sekolah tempat mereka menimba ilmu. Ketenaran mereka bukan karena Halim yang kini duduk di bangku kelas IX yang jago futsal itu, juga bukan karena Halimah yang sedikit centil dan manja dibanding teman-temannya di kelas VII itu. Prestasi mereka pun biasa-biasa saja, bahkan Halimah lebih sering diingatkan guru-gurunya karena jarang mengerjakan tugas sekolah dan karena sering berulah saat guru menyampaikan pelajaran.

Halim dan Halimah selalu pergi dan pulang berdua, bahkan di waktu senggang pun demikian, seperti liburan saja mereka manfaatkan waktu untuk jalan-jalan. Ironisnya, rasa malu yang seharusnya muncul karena berpacaran kepergok sesama teman pun tidak ada, bahkan tanggapan mereka ketika ada guru yang memergoki dan menegurnya, biasa-biasa saja.

Pacaran

 

Kisah singkat di atas menjelaskan bahwa mereka sudah mulai saling mencintai. Lantas bagaimana jika hal itu terjadi pada anak-anak kita?

Ketertarikan Adalah Sunnatullah
Manusia memiliki naluri ingin mencintai dan dicintai sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk Allah, bahkan naluri seperti itu pada binatang pun ada. Dalam ajaran Islam melalui hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah menegaskan, bahwa di antara tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah SWT pada hari qiamat adalah dua orang yang bersatu atas dasar cinta karena Allah dan juga rela berpisahnya atas dasar karena Allah pula.

Menurut psikologi anak, dalam fase dan usia tertentu mereka memiliki hasrat mencintai dan dicintai oleh lawan jenis. Sesuatu yang normal tentunya ketika itu terjadi, namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita mensikapinya. Tanpa ada sikap yang tepat dari orantua atau guru di sekolah, mereka bisa saja mentafsirkan cinta mereka sesuai kamus dan rumus masing-masing, ujung-ujungnya bisa mencelakakan mereka dan merusak nama baik keluarga dan sekolah.

Bimbingan guru dan orangtua saat anak pubertas pertama tentu sangat penting karena dapat memberikan pengaruh besar bagi karakter anak-anak kita. Orangtua harus bisa memposisikan diri sebagai pemimpin bagi anak-anak dan sebagai guru pun demikian hanya saja tempatnya di sekolah.

Jangan Dikekang Tetapi Dibatasi
Mengekang anak untuk tidak mencintai atau dicintai tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Hal ini karena sesuatu yang bersifat sunnatullah tidak bisa dihilangkan. Ajaran Islam banyak mengajarkan kepada kita bagaimana  sunnatullah tersebut bisa diarahkan dan dikendalikan. Bukan dengan membunuh sunnatullah tetapi dikondisikan sesuai dengan waktu dan tempatnya.

Kita tidak melarang mereka untuk saling mencintai, tetapi bagaimana kita bisa mewujudkan cinta mereka sesuai kondisi dan tuntutan kebutuhan mereka sehingga tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang berujung dosa dan adzab Allah SWT.

Peran orangtua di masa pubertas sangatlah penting, demikian juga dengan guru di sekolah. Di sinilah orangtua dan guru harus mampu melihat gejala-gejala perubahan psikologi dan harus mampu mengarahkan anak-anak kita secara arif dan bijak. Sampaikan kepada mereka bahwa hasrat mencintai dan dicintai itu ada, dan berilah sedikit penjelasan tentang ‘saling mencintai’ itu sesuai dengan kondisi dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

Orangtua dan guru harus sejalan dan memberikan pengarahan kepada anak-anak agar narluri cita tersebut tidak menggangu aktivitas belajar atau kuliah. Jangan sampai mereka terjerumus dan berani melakukan hal-hal yang bisa berakibat buruk dan melanggar aturan agama.

Sebagai orangtua dan guru jangan sungkan untuk memberikan sanksi jika mereka melanggar etika atau aturan yang telah disepakati. Hal ini dimaksudkan bukan untuk membunuh hasrat cinta tetapi untuk membatasi dan mengajarkan kepada mereka agar selalu mentaati aturan yang berlaku.

Wallahu A’lam.

 

Silakan share kepada teman atau kerabat Anda !
Siapa tahu bermanfaat bagi mereka.

Anak Kita dan Dunia Pacaran | ORIBELLE HIJAB STYLE

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Gamis Kanaya Teracota By Oribelle Hijab Style Kanaya Teracota  dirancang dengan warna-warna yang sangat cantik, motif salur dengan...

Rp 335.000

Setelan Gamis Orignal
Gamis Kanaya Teracota
Rp 335.000
Ready Stock / KAN4

Gamis Kanaya Blue By Oribelle Hijab Style Kanaya Blue  dirancang dengan warna-warna yang sangat cantik, motif salur dengan...

Rp 335.000

Gamis Set Oribelle
Gamis Kanaya Blue
Rp 335.000
Ready Stock / KAN3

Gamis Kanaya Turkis By Oribelle Hijab Style Kanaya Turkis dirancang dengan warna-warna yang sangat cantik, motif salur dengan...

Rp 335.000

Setelan Gamis Syari Ori
Gamis Kanaya Turkis
Rp 335.000
Ready Stock / KAN2

Gamis Kanaya Green By Oribelle Hijab Style Kanaya Green dirancang dengan warna-warna yang sangat cantik, motif salur...

Rp 335.000

Gamis Set Ori
Gamis Kanaya Green
Rp 335.000
Ready Stock / KAN1
Temukan Kami

SMS/Phone/WA: 0852-2131-3697

BBM: ORIBELLE

Email: sentraoribelle [at] gmail.com

Instagram: @sentraoribelle

Facebook: @sentraoribelle

Cart
Kontak